Hotspot

  Hotspot digunakan untuk memberikan layanan akses (Internet/Intranet) di area public,dengan media kabel maupun wireless. Baca Juga : Wireless fidelity atau wifi
  Ketika membuka halaman web maka router akan memeriksa apakah user/pengguna terauthentifikasi atau tidak. Jika tidak melakukan otentikasi, pengguna akan dilempar ke halaman login hotspot yang memerlukan username dan password


  Jika informasi login yang dimasukkan benar, maka router akan memasukkan user ke dalam sistem dan klien hotspot dapat mengakses halaman web.




Membuat VLAN Pada Switch



  Apabila kita menggunakan switch unmanagable,switch switch dengan harga  100ribuan,maka semua portnya hanya bisa digunakan untuk koneksikan ke PC yang networknya sama. Pada switch managable,kita bisa membuat pada sebuah switch untuk digunakan network yang berbeda. Setiap network yang memiliki LAN sendiri,sehingga pada sebuah switch seolah olah terdapat pada LAN.

  Dengan VLAN, maka kita bisa memisahkan atau mengelompokan user sesuai kebutuhannya masing masing. Misal kita bisa membuat VLAN dosen, VLAN mahasiswa, VLAN Karyawan, VLAN lab, VLAN Public, dll. Bisa juga berdasarkan lantai, misal VLAN 1 untuk semua network dilantai 1, VLAN 2 untuk semua user dilantai 2.



Langkah membuat VLAN pada switch di Cisco Packet Tracer

      1. Siapkan 1 switch dan 4 pc




    2. Sambungkan PC ke switch menggunakan kabel straight







    3. Jika sudah, Kita akan membuat VLAN pada switch, melalui CLI dengan menggunakan command :

    Switch>enable
    Switch#configure terminal
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Switch(config)#vlan 10
    Switch(config-vlan)#name you
    Switch(config-vlan)#end
    Switch#
    %SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

    Switch#configure terminal
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Switch(config)#vlan 20
    Switch(config-vlan)#name leets





    4. Jika sudah, Sekarang kita akan melakukan assign VLAN ke port dengan command :

    Switch#configure terminal
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Switch(config)#int f0/1
    Switch(config-if)#switchport mode access
    Switch(config-if)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if)#end
    Switch#
    %SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

    Switch#configure terminal
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Switch(config)#int f0/2
    Switch(config-if)#switchport mode access
    Switch(config-if)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if)#end
    Switch#
    %SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

    Switch#configure terminal
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Switch(config)#int f0/3
    Switch(config-if)#switchport mode access
    Switch(config-if)#switchport access vlan 20
    Switch(config-if)#end
    Switch#
    %SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

    Switch#configure terminal
    Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
    Switch(config)#int f0/4
    Switch(config-if)#switchport mode access
    Switch(config-if)#switchport access vlan 20







    5. Melakukan verifikasi dengan command " sh vlan " , pastikan portf0/1 dan f0/2 menjadi vlan 10 dan port f0/3 dan f0/4 menjadi vlan 20.






    6. Buat IP 10.10.10.10/24 dan 10.10.10.11/24 untuk PC vlan 10, dan IP 20.20.20.20/24 dan 20.20.20.21/24 pada vlan 20












    7. Sekarang lakukan test ping kesetiap ip pc










    8. Setelah melakukan test ping, kita akan menampilakn mac address tabel switch, dengan menggunakan command "sh mac-address-table"






    Sekian Tutorial dari saya.



    jago 17 bahasa dalam 1 bulan!



    Ingin menguasai bahasa asing, dengan mudah? tanpa ribet? tanpa les?
    bahasa inggris? jepang? korea? francis? german?
    disini solusinya, dengan satu buah aplikasi kalian bisa mempelajari 17 bahasa sekaligus, hanya dengan sekali bayar.
    didalam aplikasi ini sudah termasuk 17 bahasa, yaitu:

    arabic
    chinese ( mandarin )
    Dutch
    english (American)
    English (British)
    French
    German
    Filipino (Tagalog)
    Greek
    Hebrew
    Japanese
    Korean
    Portuguese (Brazil)
    Russian
    Spanish
    Swedish
    Turkish

    dan juga dilenkapi dengan :
    Audio Companion
    Tell me more english perfomance

    dengan bantuan audio, kita juga bisa memahami cara penyampain dari bahasa yang ingin kita pelajari.

    order via bukalapak

    Wireless Fidelity atau Wi-fi


      WiFi (Wireless Fidelity) adalah Sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE-802.11. Wi-Fi awalnya ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Terdapat dua mode WiFi yaitu Ad-hoc dan Infrastruktur. Saat ini terdapat empat variasi dari 802.11 yang sering digunakan, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g dan 802.11


    WiFi - AdHoc Mode

      Mode Ad-hoc pada dasarnya mirip dengan topologi bus pada jaringan wired. Mode ad hoc tidak memerlukan central node atau Access Point.Wi-Fi client dapat berkomunikasi secara peer to peer. Setiap Wi-Fi client akan bertindak sebagai penghubung sekaligus repeater(penguat sinyal) bagi Wi-Fi client yang berada di sebelahnya. Mode Ad-hoc cocok digunakan jika WLAN yang akan dibangun tidak akan terhubung dengan wired line. Mode ini biasanya dibangun pada kondisi-kondisi darurat seperti rapat mendadak di tempat yang tidak tersedia jaringan wireless.



     WiFi – Infrastructure Mode
      Mode Infrastruktur ini mirip dengan topologi star pada jaringan wired line. Mode infrastruktur/point to multipoint menggunakan minimal sebuah central node atau access point. Acces point berfungsi sebagai penghubung WLAN dengan wired LAN. Access point juga dapat difungsikan sebagai repeater bagi seluruh Wi-Fi client. Seluruh jaringan akan terputus total jika access point yang digunakan mati atau mengalami kerusakan
     

    Media Transmisi Fiber Optik

    Fiber Optik 


    o Transmisi tidak menggunakan sinyal listrik tapi dengan pulsa cahaya sehingga tidak rentan terhadap Electromagnetic Interfernce (EMI) atau Radio Frequency Interference (RFI).

    o Nama standard:
    •  10BaseF :10 Mbps dengan signalling Baseband dengan menggunakan Serat Optik 
    •  100BaseFX: 100 Mbps dengan signalling Baseband dengan menggunakan Serat Optik 
    o Keuntungan Fiber Optik:
    •  Tahan terhadap EMI dan RFI 
    •  Jarak cukup jauh s/d 4 Km tanpa repeater 

    o Kerugian Serat Optik:
    • Sulit untuk diinstal 
    • Investasi yang diperlukan cukup besar 
    o Fiber Core (inti serat) terbuat dari plastic atau glass. Glass mensupport jarak yang lebih panjang

    o Cladding : merefleksikan kembali sinyal kedalam serat untuk mengurangi loss

    o Buffer Coating : melindungi serat dari kerusakan

    o Terdapat 3 Karakteristik transmisi pada serat optik:
    •  Step Index Multimode : Banyak sudut yang menghasilkan refleksi sehingga menghasilkan banyak jalur propagasi yang terdapat pada serat dengan jarak dan waktu tempuh yang berbeda beda -> menghasilkan dispersi pada sinyal input. Digunakan untuk jarak dekat 
    •  Single Mode: Dengan mengurangi radius dari fiber core semakin sedikit sudut yang menghasilkan refleksi sehingga hanya satu jalur propagasi yang mungkin ada.  Digunakan untuk komunikasi jarak jauh 
    •  Graded-Index Multimode: Merupakan pertengahan antara dua karakteristik diatas. Dengan menggunakan index bias yang berbeda beda maka path pada core tidak membentuk zig-zag tetapi dalam bentuk helix -> efek dispersi dikurangi

    Open Shortest Path First (OSPF)





    Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis.
    Cara Kerja OSPF

      OSPF bekerja dengan sebuah algoritma yang disebut Dijkstra. Pertama, sebuah pohon jalur terpendek (shortest path tree) akan dibangun, dan kemudian routing table akan diisi dengan jalur terbaik yang dihasilkan dari pohon tersebut. OSPF melakukan converge dengan cepat, meskipun tidak secepat eigrp,dan OSPF mendukung multiple route dengan biaya (cost) yang sama, ketujuan yang sama.

    OSPF memiliki 3 tabel di dalam router :
    1. Routing table biasa juga disebut sebagai Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table yang berbeda-beda.
    2. Adjecency database, Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang berbeda-beda.
    3. Topological database, Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
    Kelebihan dari OSPF sebagai berikut
    • Tidak menghasilkan routing loop
    • Mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus
    • Dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
    • Membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.
    • Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat


    Kekurangan dari OSPF sebagai berikut :
    • Membutuhkan basis data yang besar
    • Lebih rumit



    Next admin akan bahas lebih dalam tentang ospf, stay terus yah

    Virtual Trunking Protocol

    Pengertian dan Konsep Dasar VTP
     
      VTP adalah adalah suatu protocol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar  yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).






     Tujuan mengonfigurasi VLAN tagging adalah agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar‑switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa‑apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.

      VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
     
      Kelemahan cara ini adalah banyaknya port switch yang menghubungkan switch tersebut. Cara ini juga lebih manual, membutuhkan lebih banyak waktu, dan sulit untuk dikelola. Oleh karena itu, muncullah VLAN trunking yang bertujuan untuk menghubungkan switch dengan interlink (uplink) kecepatan tinggi, dan beberapa VLAN dapat berbagi satu kabel.

      Trunk link tidak dibuat untuk satu VLAN tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati antar‑switch dengan mengguunakan satu trunk link.Adalah mungkin untuk menghubungkan dua switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun dengan semakin banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah dengan cepat. Cara yang lebih efisien adalah dengan menggunakan trunking. Untuk membedakan kepemilikan traffic pada trunk link, switch harus mempunyai metode untuk mengidentifikasi frame setiap LAN.